Minggu, 18 September 2016

Luka Tapi Tak Berdarah


Kecewa, terluka, harapan yang pupus sudah
Bagaimana pohon cinta ini bisa tumbang ?
Padahal akar sudah menusuk ke dalam bumi
Tidak mungkin dapat goyah dengan mudah begitu saja
Kecuali engkau yang memotong dahannya

yaa tuhan, betapa cerobohnya aku ini
Aku salah dalam mengenal cinta
Aku salah mengartikan kebaikannya
Dan aku salah dalam menentukan bahwa dialah yang terbaik bagiku

Hari hari yang telah berlalu semakin memperkokoh
 keyakinanku padanya
Ternyata sia sia, bahkan berbanding terbalik dengan hatinya nya

Dan bodohnya aku ini,  masih menemukan kebaikan pada orang yang berkhianat itu
Dia pergi dan melangkah tanpa keraguan
Tanpa ada sedikitpun rasa bersalah dan menyesal dalam hatinya
Berbeda dengan aku, dengan goresan luka yang tinggal bersamaku disini

Hatiku berkata ini salah,
Tapi ternyata inilah yang terbaik
Tuhan telah mempersiapkan skenario yang indah untuk hidupku bukan ?
Walaupun aku belum memahaminya

Terimakasih tuhan, telah menghapus orang yang tidak baik dalam hidupku
Menghapus seseorang yang seharusnya tidak patut hadir dalam kehidupanku
Biarkan sinar mentari dan air hujan yang akan menumbuhkan kembali dahan yang telah patah ini

Aku harus cukup sabar menunggu bergantinya musim dan menanti kebahagiaan sejati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar