Kecewa, terluka, harapan yang pupus sudah
Bagaimana pohon cinta ini bisa tumbang ?
Padahal akar sudah menusuk ke dalam bumi
Tidak mungkin dapat goyah dengan mudah begitu saja
Kecuali engkau yang memotong dahannya
yaa tuhan, betapa cerobohnya aku ini
Aku salah dalam mengenal cinta
Aku salah mengartikan kebaikannya
Dan aku salah dalam menentukan bahwa dialah yang terbaik
bagiku
Hari hari yang telah berlalu semakin memperkokoh
keyakinanku padanya
Ternyata sia sia, bahkan berbanding terbalik dengan hatinya
nya
Dan bodohnya aku ini,
masih menemukan kebaikan pada orang yang berkhianat itu
Dia pergi dan melangkah tanpa keraguan
Tanpa ada sedikitpun rasa bersalah dan menyesal dalam
hatinya
Berbeda dengan aku, dengan goresan luka yang tinggal bersamaku
disini
Hatiku berkata ini salah,
Tapi ternyata inilah yang terbaik
Tuhan telah mempersiapkan skenario yang indah untuk hidupku
bukan ?
Walaupun aku belum memahaminya
Terimakasih tuhan, telah menghapus orang yang tidak baik
dalam hidupku
Menghapus seseorang yang seharusnya tidak patut hadir dalam
kehidupanku
Biarkan sinar mentari dan air hujan yang akan menumbuhkan kembali
dahan yang telah patah ini
Aku harus cukup sabar menunggu bergantinya musim dan menanti
kebahagiaan sejati