Minggu, 18 September 2016

Luka Tapi Tak Berdarah


Kecewa, terluka, harapan yang pupus sudah
Bagaimana pohon cinta ini bisa tumbang ?
Padahal akar sudah menusuk ke dalam bumi
Tidak mungkin dapat goyah dengan mudah begitu saja
Kecuali engkau yang memotong dahannya

yaa tuhan, betapa cerobohnya aku ini
Aku salah dalam mengenal cinta
Aku salah mengartikan kebaikannya
Dan aku salah dalam menentukan bahwa dialah yang terbaik bagiku

Hari hari yang telah berlalu semakin memperkokoh
 keyakinanku padanya
Ternyata sia sia, bahkan berbanding terbalik dengan hatinya nya

Dan bodohnya aku ini,  masih menemukan kebaikan pada orang yang berkhianat itu
Dia pergi dan melangkah tanpa keraguan
Tanpa ada sedikitpun rasa bersalah dan menyesal dalam hatinya
Berbeda dengan aku, dengan goresan luka yang tinggal bersamaku disini

Hatiku berkata ini salah,
Tapi ternyata inilah yang terbaik
Tuhan telah mempersiapkan skenario yang indah untuk hidupku bukan ?
Walaupun aku belum memahaminya

Terimakasih tuhan, telah menghapus orang yang tidak baik dalam hidupku
Menghapus seseorang yang seharusnya tidak patut hadir dalam kehidupanku
Biarkan sinar mentari dan air hujan yang akan menumbuhkan kembali dahan yang telah patah ini

Aku harus cukup sabar menunggu bergantinya musim dan menanti kebahagiaan sejati

Selasa, 13 September 2016

Tangkai Berduri

Sejatinya, mencintai adalah kebutuhan.
Dan kasih sayang itu pelengkap kehidupan.
Namun masihkah indah?
Jika mencintai seseorang yang sudah dimiliki hatinya


Layaknya sebuah  teknologi canggih
semuanya tersistem dengan baik
tapi berbeda dengan perasaan, tidak ada yang dapat mengontrolnya
hati ini akan melekat kepada siapapun menyentuhnya


perasaan tidak dapat di paksa, apalagi di tahan.
Akan terasa sakit bila engkau melakukannya
Biarkan rasa cinta tumbuh dengan sendirinya
Meskipun salah tujuan


Bukan berarti harus merebutnya dari yang lain
bukan juga pergi jauh dari situasi ini
hanya butuh sikap kedewasaan
menyimpan rasa tanpa sepengetahuan


lalau bagaimana jika semakin sakit rasanya ?
rasa yang tak tersampaikan ini
perlu kau ketahui bahwa tidak ada cinta yang sempurna
cukup tersenyum melihatnya dari sudut pandang berbeda

itulah kebahagiaan cinta

Sabtu, 10 September 2016

Goresan Hatiku

Pahit, kata yang saat ini mampu mewakili perasaanku yang sedang kelabu.
bagaimana mungkin rasa pahit yang selama ini berkumpul dan membendung bisa menghilang begitu saja. pahit tetaplah pahit, hanya waktu yang mampu mengurangi rasa pahit itu. dan aku berharap waktu mampu berputar lebih cepat dari biasanya agar hati yang lelah ini kembali pulih. bahkan aku ingin sekali meninggalkan tempat dan lingkunganku saat ini,  menuju suatu tempat yang baru, orang baru, dan suasana hati yang tenang.
Mungkin dengan begitu semangat hidup ini bisa kembali.

Entahlah, mungkin juga aku hanya membutuhkan liburan seperti kebanyakan orang pada umumnya yang pergi berlibur dan kembali dengan semangat hidup yang baru. tapi sulit, sulit bagiku untuk mengatur organ tubuh yang satu ini. sekali ia terluka takkan ada obat yang mampu menangani. hati ini hanya segumpal daging tanpa tulang. tapi untuk mengendalikannya tidak semudah yang kukira.
sejauh apapun aku pergi, bagaimanapun aku bersembunyi,  tetap saja aku harus mengakui rasa sakit, marah, kecewa, dan rasa sayang bercampur dalam hati yang kecil ini. seseorang yang pernah singgah di hati,  dialah orang yang selama ini  berbagi perasaan dan kasih sayang denganku. seseorang yang sangat bermakna kehadirannya dalam hidupku.

 seseorang yang  mengerti dan paham akan sifatku.
rasa sayang ini sudah  tertanam sangat lama, bahkan  perasaan ini sudah menetap dan tinggal di dalam hati yang kecil ini. namun seseorang itu, kini bukan siapa siapa lagi bagiku, di bukan lagi orang yang akan berbagi kebahagiaannya dengaku. bukan lagi orang yang harus ku tunggu seperti waktu itu.
Malam ini harus selesai, aku harus menyelesaikan perasaan yang tidak berarti ini.aku aku tidak boleh terlena dengan kondisi yang menghambatku saat ini. aku harus cukup dewasa untuk melepaskan sesuatu yang bahkan sepatutnya ingin kumiliki. malam ini, biarkan malam ini menjadi waktu untuk terakhir kalinya aku mengingatmu, mengingat masalalu kita.

Esok hari akan datang, dan pagi yang indah itu pasti mampu memberi semangat bagiku. mencapai kembali angan angan yang pernah ada dalam benakku. meraih kebahagiaan sejati untuk masa depanku. Mulai eaok hari pantang bagiku menggali ingatan malam ini.

Tidak, aku tidak butuh batuan siapapun untuk bangun. kekuatanku lebih dari cukup untuk membangunkan sendiri tubuh ini, membangunkan jiwa yang selama ini terpaku dalam kesedihan. mengupas rasa pahit yang pernah ada. dan menggoyah semangatku kembali. Kebahagiaan tidak datang kepada diri yang lemah. kabahagiaan itu akan datang disaat aku mencari dan menemukannya.
Aku bersumpah, akan kutemukan kebahagiaan itu, akan kutemukan seseorang yang jauh lebih baik dan pantas untuk kuperjuangkan dalam hidupku nanti...