Sabtu, 10 September 2016

Goresan Hatiku

Pahit, kata yang saat ini mampu mewakili perasaanku yang sedang kelabu.
bagaimana mungkin rasa pahit yang selama ini berkumpul dan membendung bisa menghilang begitu saja. pahit tetaplah pahit, hanya waktu yang mampu mengurangi rasa pahit itu. dan aku berharap waktu mampu berputar lebih cepat dari biasanya agar hati yang lelah ini kembali pulih. bahkan aku ingin sekali meninggalkan tempat dan lingkunganku saat ini,  menuju suatu tempat yang baru, orang baru, dan suasana hati yang tenang.
Mungkin dengan begitu semangat hidup ini bisa kembali.

Entahlah, mungkin juga aku hanya membutuhkan liburan seperti kebanyakan orang pada umumnya yang pergi berlibur dan kembali dengan semangat hidup yang baru. tapi sulit, sulit bagiku untuk mengatur organ tubuh yang satu ini. sekali ia terluka takkan ada obat yang mampu menangani. hati ini hanya segumpal daging tanpa tulang. tapi untuk mengendalikannya tidak semudah yang kukira.
sejauh apapun aku pergi, bagaimanapun aku bersembunyi,  tetap saja aku harus mengakui rasa sakit, marah, kecewa, dan rasa sayang bercampur dalam hati yang kecil ini. seseorang yang pernah singgah di hati,  dialah orang yang selama ini  berbagi perasaan dan kasih sayang denganku. seseorang yang sangat bermakna kehadirannya dalam hidupku.

 seseorang yang  mengerti dan paham akan sifatku.
rasa sayang ini sudah  tertanam sangat lama, bahkan  perasaan ini sudah menetap dan tinggal di dalam hati yang kecil ini. namun seseorang itu, kini bukan siapa siapa lagi bagiku, di bukan lagi orang yang akan berbagi kebahagiaannya dengaku. bukan lagi orang yang harus ku tunggu seperti waktu itu.
Malam ini harus selesai, aku harus menyelesaikan perasaan yang tidak berarti ini.aku aku tidak boleh terlena dengan kondisi yang menghambatku saat ini. aku harus cukup dewasa untuk melepaskan sesuatu yang bahkan sepatutnya ingin kumiliki. malam ini, biarkan malam ini menjadi waktu untuk terakhir kalinya aku mengingatmu, mengingat masalalu kita.

Esok hari akan datang, dan pagi yang indah itu pasti mampu memberi semangat bagiku. mencapai kembali angan angan yang pernah ada dalam benakku. meraih kebahagiaan sejati untuk masa depanku. Mulai eaok hari pantang bagiku menggali ingatan malam ini.

Tidak, aku tidak butuh batuan siapapun untuk bangun. kekuatanku lebih dari cukup untuk membangunkan sendiri tubuh ini, membangunkan jiwa yang selama ini terpaku dalam kesedihan. mengupas rasa pahit yang pernah ada. dan menggoyah semangatku kembali. Kebahagiaan tidak datang kepada diri yang lemah. kabahagiaan itu akan datang disaat aku mencari dan menemukannya.
Aku bersumpah, akan kutemukan kebahagiaan itu, akan kutemukan seseorang yang jauh lebih baik dan pantas untuk kuperjuangkan dalam hidupku nanti...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar